Asuhan Keperawatan Pasien Lansia dengan Depresi
Asuhan Keperawatan Pasien Lansia dengan Depresi. Dampak dari
kejadian tsunami dan gempa akan menyebabkan berbagai masalah kesehatan bagi
masyarakat di daerah bencana tersebut.
Dampak dari bencana tersebut dialami juga oleh para lansia. Salah satu
masalah kesehatan yang teridentifikasi pada lansia adalah depresi.Depresi
bukanlah hal yang normal terjadi pada lansia walaupun depresi biasa terjadi
pada lansia. Kira-kira 3 dari 100 orang lansia berusia di atas 65 tahun
mengalami depresi. Angka ini akan meningkat pada lansia berusia 80 tahun atau
lebih. Pada modul ini akan dibahas tentang asuhan keperawatan pasien lansia
dengan depresi.
Setelah mempelajari
modul ini saudara diharapkan mampu:
1.Mengkaji
data-data yang berkaitan dengan depresi
2.Menetapkan
diagnosa keperawatan terkait dengan depresi
3.Melakukan
tindakan keperawatan pada pasien untuk mengatasi masalah depresi
4.Melakukan
tindakan keperawatan pada keluarga untuk mengatasi masalah depresi pada lansia
5.Melakukan
evaluasi kemampuan pasien dan keluarga dalam merawat lansia dengan depresi
6.Mendokumentasikan
asuhan keperawatan pasien lansia dengan
depresi.
B. Mengkaji Pasien Lansia Dengan Depresi
Depresi adalah
keadaan emosional pada individu yang ditandai dengan:
1.Sering mengalami
gangguan tidur
2.Lelah, lemas,
kurang dapat menikmati kehidupan sehari-hari
3.Mudah
tersinggung, sedih yang berkepanjangan
4.Kebersihan diri
terabaikan
5.Konsentrasi dan
daya ingat menurun
6.Merasa putus asa
dan tidak berguna
7.Napsu makan
menurun
8.Timbul ide-ide
bunuh diri
1. Membina hubungan
saling percaya dengan pasien lansia
Untuk melakukan
pengkajian pada lansia dengan depresi, pertama-tama saudara harus membina
hubungan saling percaya dengan pasien lansia. Untuk dapat membina hubungan
saling percaya, dapat dilakukan hal-hal sebagai berikut:a.Selalu mengucapkan
salam kepada pasien seperti: Assalamualaikum Wr Wbb.Perkenalkan nama lengkap
dan nama panggilan saudara serta sampaikan bahwa saudara akan merawat
pasien.c.Tanyakan pula nama pasien dan
nama panggilan kesukaannya.d.Jelaskan
tujuan saudara merawat pasien dan
aktivitas yang akan dilakukan.e.Jelaskan pula kapan aktivitas akan
dilaksanakan dan berapa lama aktivitas tersebut dilaksanakanf.Bersikap empati
dengan cara:
1)Duduk bersama
pasien, melakukan kontak mata, beri sentuhan dan menunjukkan perhatian
2)Bicara lambat,
bahasa sederhana dan beri waktu bagi pasien untuk berpikir dan menjawab
3)Bersikap hangat,
ekspresikan pengharapan pada pasien.
4)Berikan dukungan
kepada pasien ketika pasien mampu melakukan sesuatu
Latihan 1 : Berikut
adalah percakapan dalam membina hubungan saling percaya dengan pasien lansia.
“ Assalamualaikum
pak/ bu”!“ Saya ..…, saya senang dipanggil …….., saya perawat dari puskesmas……
yang datang untuk merawat bapak/ibu”“ Nama bapak/ibu siapa?”“ Senang dipanggil
siapa?”“ Bagaimana perasaan bapak/ibu hari ini?”“ Bagaimana kalau kita
bercakap-cakap tentang perasaan atau keluhan bapak/ibu?”“ Mau duduk dimana
pak/bu?” Bagaimana kalau di ruang tamu?”
(Usahakan tempat
yang ada privasinya).
“Mari pak/bu kita
duduk di sana, tidak lama kok, setengah jam saja”.
2. Mengkaji pasien
lansia dengan depresi
Saat mengkaji
pasien lansia dengan depresi, saudara dapat menggunakan tehnik mengobservasi
perilaku pasien dan wawancara langsung
kepada pasien dan keluarganya. Observasi yang saudara lakukan terutama untuk
mengkaji data objektif sebagai
berikut:a.Penampilan tidak rapi, kusut dan
kulit kotor (kebersihan diri
kurang)b.Kontak mata kurang selama interaksic.Afek datar, labil dan tidak sesuaid.Tampak
sedih dan murunge. Tampak lesu dan lemahf.Komunikasi lambat/tidak mau
berkomunikasi.Aspek psikososial yang perlu dikaji adalah: bagaimana perasaan
saat ini, apakah mengalami kebingungan, kecemasan, atau mempunyai ide untuk bunuh diri. Data ini
dapat dikaji melalui wawancara dengan
menggunakan skala depresi pada lansia
(Depresion
Geriatric Scale).
Contoh latihan
pengkajian menggunakan skala depresi dapat dilihat pada latihan
2.Data yang perlu
didapatkan dari keluarga adalah :
1.Apakah pasien sukar tidur atau sering
terbangun pada malam hari?
2.Apakah pasien sering mengurung diri dan
tidak mau berinteraksi dengan orang lain?
3.Apakah pasien sering mengatakan tidak ada
artinya hidup?
4.Apakah pasien sering mengatakan merasa
kesepian?
5.Apakah pasien tidak mampu melakukan
aktifitas yang biasa dia lakukan?
Latihan 2:
Percakapan untuk mengkaji depresi pada lansia
(Dalam percakapan
selalu diawali dengan menyebut nama perawat dan memanggil nama pasien).
1. Apakah bapak
/ibu merasa nyaman dalam kehidupan ini? Ya/tidak
2. Apakah bapak
/ibu mengalami penurunan dalam melakukan
aktivitas dan hobi? Ya/Tidak
3. Apakah bapak
/ibu merasa hidup ini hampa? Ya/tidak
4. Apakah bapak
/ibu sering merasa bosan? Ya/tidak
5. Apakah bapak
/ibu optimis terhadap masa depan? Ya/tidak
6. Apakah bapak
/ibu takut sesuatu yang buruk akan terjadi? Ya
/tidak7. Apakah
bapak /ibu merasa bahagia sepanjang waktu? Ya/tidak
8. Apakah bapak/ibu
sering merasa sendirian?
Ya
/tidak9. Apakah
bapak /ibu lebih senang berada di rumah daripada Ya
/tidak keluar rumah dan mengerjakan sesuatu yang baru?10. Apakah bapak /ibu
mempunyai masalah dengan daya ingat? Ya
/tidak11. Apalah
bapak /ibu merasa senang dengan kehidupan saat ini? Ya/tidak
12. Apakah bapak
/ibu merasa tidak berharga?
Ya
/tidak13. Apakah
bapak /ibu saat ini bersemangat? Ya/tidak
14. Apakah bapak
/ibu merasa orang lain lebih baik dari bapak/ibu? Ya
/tidak
Cara menilai:Jika
saudara menemukan 8 atau lebih jawaban
yang di cetak hitam maka hal tersebut mengindikasikan adanya depresi pada
lansia.
Data yang
didapat sesuai dengan format pengkajian
pasien lansia dengan depresi (bagian E modul
ini). Berdasarkan data-data yang ditemukan pada saat pengkajian, maka
ditetapkan lansia mengalami masalah depresi dengan diagnosa keperawatan:
1.Ketidak
berdayaan2.Risiko bunuh diri3.Gangguan pola tidur
Data yang didapat
berdasarkan pengkajian diatas didokumentasikan pada kartu berobat pasien di
puskesmas. Contoh pendokumentasiannya adalah sebagai berikut:
Klien tampak
murung, penampilan tidak rapi, selalu tampak lesu. Klien mengatakan malas
bicara dengan orang lain dan melakukan kegiatan sehari-hari. Pasien mengatakan tidak ada gunanya hidup
karena dirinya tidak berguna. Keluarga mengatakan pasien tidak mampu melakukan
apa-apa.
C. Tindakan Keperawatan
Saudara dapat memilih tindakan
keperawatan berikut sesuai dengan kondisi pasien saudara .
1. Tindakan Keperawatan pasien Lansia
depresi dengan ketidakberdayaan.a.Tindakan keperawatan untuk pasien:1) Tujuan:
a) Pasien mampu
berpartisipasi dalam memutuskan perawatan dirinyab) Pasien mampu melakukan
kegiatan dalam menyelesaikan masalahnya.
2)Tindakan keperawatan
:
a) Beri kesempatan
bagi pasien untuk bertanggungjawab terhadap perawatan dirinya
(1)
Beri kesempatan menetapkan tujuan perawatan dirinya.
Contoh
: minta pasien memilih apakah mau mandi, sikat gigi atau gunting kuku
(2)
Beri kesempatan untuk menetapkan aktifitas perawatan diri untuk
mencapai tujuan.
Contoh : Jika pasien memilih mandi, bantu
pasien untuk menetapkan aktifitas untuk mandi (bawa sabun, handuk, pakaian
bersih)
b) Bantu pasien
untuk melakukan aktivitas yang telah ditetapkan.
c) Berikan pujian
jika pasien dapat melakukan kegiatannya
d) Tanyakan
perasaan pasien jika mampu melakukan kegiatannya.
e) Sepakati jadwal
pelaksanaan kegiatan tersebut secara teratur.
Latihan
3:Percakapan dalam melakukan tindakan keperawatan pasien lansia dengan ketidak berdayaan.
Orientasi
: “ Assalamualaikum
bu, saya suster.........yang kemarin datang ke sini:“ Bagaimana perasaan ibu
hari ini ?”“ Hari ini kita akan bercakap-cakap tentang kegiatan ibu, selama 20
menit”
Kerja
:” Kegiatan
kebersihan diri apa yang biasa ibu lakukan?” Oh, Ibu bisa menggosok gigi dan
menggunting kuku.”“ Ibu mau pilih kegiatan yang mana, yang ingin ibu latih
bersama suster. “ Apakah ibu mau latihan gosok gigi atau gunting kuku”
Jika pasien memilih
gunting kuku; lanjutkan percakapan
“ Apa saja bu alat
yang perlu disiapkan untuk menggunting kuku?”“ Menurut ibu bagaimana cara-cara
menggunting kuku?”“ Baik sekali, ibu bisa menyebutkan cara untuk menggunting kuku
dengan benar”“Ibu mau gunting kuku sendiri atau dibantu oleh suster?” “ Coba
sekarang ibu menggunting kuku sendiri” “ Bagus sekali, ibu dapat melakukannya”
“ Kapan lagi ibu mau menggunting kuku” Bagaimana kalau ibu menggunting kuku
sekali seminggu”“ Bagaimana kalau jadwal menggunting kuku kita masukkan dalam
jadwal kegiatan ibu.’
Terminasi: “
Bagaimana perasaan ibu setelah menggunting
kuku sendiri?”. Coba ibu sebutkan langkah-langkah untuk menggunting kuku.
Sebaiknya lakukan secara rutin memotong kuku sesuai jadual. Bu, besok saya akan
datang lagi untuk melatih melakukan perawatan diri yang lain seperti menggosok
gigi. Assalamualaikum
b. Tindakan untuk
keluarga
1) Tujuan:
a) Keluarga mampu mengidentifikasi kemampuan
yang dimiliki pasien.
b) Keluarga mampu membantu pasien
mengoptimalkan kemampuannya.
2) Tindakan
keperawatan
a) Diskusikan dengan keluarga kemampuan yang
pernah dimiliki pasien
b) Bersama keluarga memilih kemampuan yang
bisa dilakukan pasien saat ini
c) Anjurkan keluarga untuk memberikan pujian
terhadap kemampuan yang masih dimiliki pasien
d) Anjurkan keluarga untuk membantu pasien
melakukan kegiatan sesuai kemampuan yang dimiliki
e) Anjurkan keluarga memberikan pujian jika
pasien melakukan kegiatan sesuai dengan jadwal kegiatan yang sudah dibuat.
f)
Jelaskan pada keluarga tentang obat-obatan antidepresi, antipsikotik dan anti
ansietas dengan:
(1) Ajarkan prinsip lima benar minum obat
(benar obat, pasien, cara, dosis, waktu)
(2) Jelaskan pentingnya penggunaan obat
pada lansia dengan demensia
(3) Jelaskan akibat bila obat tidak
digunakan sesuai program
(4) Jelaskan efek samping obat dan
hal-hal untuk menghindari efek samping obat
(5) Jelaskan cara mendapatkan obat atau
berobat
Latihan 4: Percakapan
dengan keluarga dalam melakukan tindakan keperawatan pasien lansia dengan
ketidakberdayaan
Orientasi
:“ Assalamualaikum
pak/bu, saya suster.........saya baru saja selesai bercakap-cakap dengan orang
tua ibu.“ Bagaimana perkembangan keadaan orang tua bapak/ibu hari ini ?”“ Hari
ini kita akan bercakap-cakap tentang kemampuan yang bisa dilakukan oleh orang
tua bapak/ibu saat ini”, kita diskusi
selama 20 menit.”
Kerja
:“
Menurut bapak/ibu apa saja kemampuan atau hal
paositif yang dimiliki oleh orang tua
bapak/ibu sebelum ini”“ Aktivitas apa
yang biasanya dilakukan oleh beliau
sebelumnya?” “ Menurut bapak/ibu masih adakah dari kegiatan sebelumnya
tersebut yang bisa dilakukan beliau saat ini”“ Menurut bapak/ibu kegiatan apa
yang dapat membuat orang tua bapak/ibu bahagia dan masih bisa dilakukan sampai
saat ini ?”“ Apakah bapak/ibu bersedia
melatih beliau untuk melakukan aktivitas
tersebut dan jangan lupa untuk selalu memberikan pujian bila lansia mampu
melakukannya”Tadi saya telah melatih beliau cara menggunting kuku dan telah
dimasukkan dalam jadwal aktivitasnya sekali seminggu”. Selain itu, coba
bapak/ibu anjurkan beliau untuk mengikuti kegiatan dilingkungan bapak/ibu,
misalnya pengajian dan lain-lain.
Terminasi
:” Bagaimana perasaan bapak setelah kita
diskusi ? Bisa bapak sebutkan kembali apa saja kegiatan yang dapat orang tua
bapak/ibu lakukan?”. Sebaiknya bapak
langsung melatih orang tua bapak/ibu. Besok saya akan datang kembali untuk
menjelaskan tentang perilaku mencederai pada orang tua bapak/ibu.
Assalamualaikum.
2. Tindakan
keperawatan pasien Lansia depresi dengan risiko bunuh diri a. Tindakan pada pasien. 1) Tujuan
a). Pasien tidak
membahayakan dirinya sendiri
b). Pasien mampu
memilih alternatif penyelesaian masalah
yang konstruktif.
2) Tindakan keperawatan
a) Diskusikan
dengan pasien tentang ide-ide bunuh dirib) Buat kontrak dengan pasien untuk
tidak melakukan bunuh diric) Bantu pasien mengenali perasaan yang menjadi
penyebab timbulnya ide bunuh diri
.
d) Ajarkan beberapa
alternatif cara penyelesaian masalah yang konstruktife) Bantu pasien untuk
memilih cara yang palin tepat untuk menyelesaikan masalah secara konstruktif.f)
Beri pujian terhadap pilihan yang telah dibuat pasien dengan tepat.g) Anjurkan
pasien mengikuti kegiatan kemasyarakatan yang ada di lingkungannya
Latihan 5:
Percakapan pada pasien lansia dengan risiko bunuh diri.
Orientasi
:“ Assalamualaikum
pak/bu, saya suster.........yang kemarin datang ke sini.“ Bagimana perasaan dan
keadaan bapak/ ibu hari ini ?” “ Hari ini kita akan bercakap-cakap tentang
perilaku mencederai diri, selama 20 menit”
Kerja
:
“ Pernahkah
bapak/ibu berfikir untuk bunuh diri/ melukai diri sendiri?”“ Apakah yang
bapak/ibu rencanakan untuk dikerjakan?”“ Apakah bpk/ibu memiliki cara untuk melaksanakan
hal ini?”“Apa yang menyebabkan ibu/bapak berfikir untuk bunuh diri/melukai
diri?”“Adakah hal-hal yang menyebabkan ibu tidak nyaman?”“Bagus sekali bapak/
ibu dapat menceritakan perasaan ibu!”“Menurut ibu/bapak, adakah cara lain yang
lebih tepat untuk menyelesaikan masalah ibu/bapak, selain melukai diri?”
Jika ya, tanyakan:
“Coba bapak
sebutkan cara tersebut!”“Dapatkah bapak/ibu memilih cara yang tepat untuk
menyelesaikan masalah tersebut?”Bagaimana kalau suster menjelaskan cara
penyelesaian masalah yang lebih tepat yang lain, seperti:
Secara spiritual,
bapak bisa berdoa dan menyerahkan masalah bapak pada Tuhan YME, atau bapak bisa
mengungkapkan masalah yang bapak hadapi dengan orang yang bapak percaya, selain
itu bapak bisa melakukan aktivitas yang mem buat perasaan bapak bahagia dan
berguna seperti melakukan hobi bapak.Bapak juga dapat ikut kegiatan yang
ada di
masyarakat yang membuat bapak merasa bahagia.“Menurut bapak, kira-kira,
cara mana yang ingin bapak latih untuk mengatasi masalah bapak!”
Terminasi
:
“Bagaimana perasaan
bapak setelah kita diskusi?, Coba bapak sebutkan kembali cara-cara mengatasi
masalah yang baik dan bisa bapak latih.Mulai saat ini bapak bisa mulai
menerapkan cara-cara tersebut“Besok suster akan datang lagi mendiskusikan tentang
ganguan tidur yang mungkin terjadi pada orang seusia bapak/ibu. Assalamualaikum
b.Tindakan untuk
keluarga1) Tujuan:
a) Keluarga mampu
mengidentifikasi tanda-tanda perilaku bunuh diri pasienb) Keluarga mampu
menciptakan lingkungan yang aman untuk mencegah perilaku bunuh diric) Membantu pasien
menggunakan cara penyelesaian masalah yang sehat.
2) Tindakan
keperawatan
a) Diskusikan
dengan keluarga tentang tanda-tanda perilaku pasien saat muncul ide
bunuh dirib) Diskusikan dengan keluarga tentang cara mencegah perilaku
bunuh diri pada pasien.(1)Ciptakan
lingkungan yang aman untuk pasien, singkirkan semua benda-benda yang memiliki
potensi untuk membahayakan pasien (benda tajam, tali pengikat, ikat pinggang,
dan benda-benda lain yang terbuat dari kaca)(2)Antisipasi penyebab yang dapat
membuat pasien bunuh diri(3)Lakukan pengawasan secara terus menerusc) Anjurkan
keluarga meluangkan waktu lebih banyak bersama lansiad) Mendiskusikan dengan
keluarga cara penyelesaian masalah yang baik/positif yang pernah dimiliki
pasien.e) Anjurkan keluarga untuk membantu pasien menggunakan cara-cara positif/ baik dalam menyelesaikan masalahf)
Anjurkan keluarga untuk memberikan pujian terhadap penggunaan cara penyelesaian masalah yang telah digunakan oleh pasien.
Latihan 6 :
Percakapan pada keluarga pasien lansia
dengan risiko bunuh diri.
Orientasi
:
“ Assalamualaikum
pak/bu, saya suster.........yang kemarin datang ke sini.“ Bagimana keadaan
lansia......... hari ini ?“ Hari ini kita akan bercakap-cakap tentang perilaku
lansia”,selama 20 menit disina saja.
Kerja
:
‘’Apakah lansia
pernah mencoba melukai dirinya“ Apakah
lansia pernah mengancam atau mengatkan akan melakukan bunuh diri ? ‘’ “
Apa yang menyebabkan lansia ingin bunuh
diri ‘’“ Tanda-tanda apa saja yang bapak/ibu lihat sebelum lansia mengancam
atau melakukan percobaan bunuh diri’’“ Apa yang bapak/ibu sudah lakukan untuk
menghindari perilaku bunuh diri pada lansia’’“ Pak/bu, lingkungan yang aman
perlu diciptakan keluarga agar lansia tidak melakukan bunuh diri : pertama,
bapak ibu harus menyingkirkan benda-benda yang bisa digunakan lansia untuk
bunuh diri seperti benda tajam, tali pengikat dan benda yang terbuat dari
kaca’’“ Selain itu bapak/ibu sebaiknya
memastikan ada yang selalu mengawasi dan menemani orang tua
bapak/ibu di rumah’’“ Bapak dan ibu
sebaiknya banyak meluangkan waktu dengan
orang tua bapak/ibu agar ia merasa
diperhatikan’’“ Bapak/ibu sebaiknya
mengajarkan cara penyelesaian masalah yang lain seperti lebih
mendekatkan diri pada Tuhan, latihan untuk mengungkapkan perasaan pada orang
lain’’
Terminasi
:
Bagaimana perasaan bapak/ibu setelah kita
diskusi tentang perilaku mencederai pada
lansia. Coba bapak/ibu sebutkan lagi cara-cara yang dapat ibu lakukan untuk
menghindari perilaku mencederai pada orang tua bapak/ibu. Mulai sekarang
bapak/ibu bisa mencoba cara-cara tadi. Besok saya akan datang lagi untuk
mendiskusikan gangguan pola tidur pada lansia. Assalamualaikum
3. Tindakan
keperawatan pasien lansia dengan gangguan pola tidura. Tindakan untuk pasien1)
Tujuan : a) Pasien mampu
mengidentifikasi penyebab gangguan pola tidurb). Pasien mampu memenuhi
kebutuhan istirahat dan tidur2) Tindakan keperawatana) Bersama pasien mengidentifikasi penyebab
gangguan pola tidurb). Diskusikan cara-cara utuk memenuhi kebutuhan tidur
•
Kurangi tidur pada
siang hari
•
Minum air
hangat/susu hangat sebelum tidur
•
Hindarkan minum
yang mengandung kafein dan coca cola
•
Mandi air hangat
sebelum tidur
•
Dengarkan musik
yang lembut sebelum tidurc) Anjurkan pasien untuk memilih cara yang sesuai
dengan kebutuhannyad)Berikan pujian jika pasien memilih cara yang tepat untuk
memenuhi kebutuhan tidurnya.b. Tindakan untuk keluarga1) Tujuan: diharapkan
keluarga mampu:a) Mengidentifikasi tbapak/ibu dan gejala gangguan pola
tidur b)Membantu pasien untuk
memenuhi kebutuhan tidur2) Tindakan keperawatana) Diskusikan dengan keluarga
tentang tanda dan gejala gangguan pola tidur pada pasien
b) Anjurkan
keluarga untuk menciptakan lingkungan yang tenang untuk memfasilitasi agar
pasien dapat tidur. c) Jika lansia
mendapat terapi pengobatan jelaskan pada keluarga : (1) Prinsip lima benar
minum obat (benar obat, pasien, cara, dosis, waktu) (2) Pentingnya penggunaan
obat sesuai anjuran dokter (3) Akibat bila obat tidak digunakan sesuai program
(4) Jelaskan efek samping obat dan hal-hal untuk menghindari efek samping (5) Jelaskan cara mendapatkan obat atau
berobat
Latihan 7:
Percakapan dengan keluarga pasien lansia
dengan gangguan pola tidur.
Orientasi
:
“ Assalamualaikum
pak/bu, saya suster.........yang kemarin datang ke sini.“ Bagaimana keadaan
orang tua bapak/ibu hari ini ?”“ Hari
ini kita akan bercakap-cakap tentang gangguan yang dialami orang tua bapak/ibu.” Selama 30 menit,
tempatnya disini saja.
Kerja
:
‘’Apakah keluarga
merasa terganggu dengan perubahan pola tidur beliau ?’’“ Apakah yang keluarga rasakan‘’ “ Apa yang bapak/ibu sudah lakukan untuk
membantu mengatasi gangguan pola tidur lansia…….’“ Pak/bu, apakah bapak/ibu
tahu penyebab gangguan pola tidur pada orang tua bapak ?’’“ Pak/bu, gangguan
pola tidur banyak terjadi karena beliau mengalami beberapa penurunan fungsi
otak dan masalah-masalah lain’’“ Yang dapat bapak/ ibu lakukan untuk membantu
lansia antara lain: kurangi tidur pada
siang hari, minum air hangat/susu hangat sebelum tidur, hindarkan minum yang
mengandung kafein dan coca cola, mandi air hangat sebelum tidur, dan mengarkan
musik yang lembut sebelum tidur’’
Terminasi
: Bagaimana
perasaan bapak/ibu setelah kita diskusi tentang gangguan tidur pada orang tua
bapak. Coba bapak/ibu sebutkan lagi cara-cara yang dapat ibu lakukan untuk
mengatasi gangguan tidur pada orang tua bapak/ibu. Mulai sekarang bapak/ibu
bisa mencoba cara-cara tadi. Besok saya akan datang lagi untuk melihat
ada-tidaknya perubahan pola tidur pada
orang tua bapak/ibu.
D. Evaluasi
Untuk mengukur
keberhasilan asuhan keperawatan yang saudara lakukan, dapat dilakukan dengan
menilai kemampuan pasien dan keluarga:
1. Evaluasi
terhadap masalah ketidakberdayaanKemampuan pasien:
a. Pasien mampu berpartisipasi dalam menentukan
perawatan dirib. Pasien mampu melakukan kegiatan positif dalam menyelesaikan
masalah
Kemampuan keluarga:
a. Keluarga mampu
mengidentifikasi kemampuan yang dimiliki pasienb. Membantu pasien melakukan
kegiatan sesuai kemampuan yang dimiliki
2. Evaluasi
terhadap masalah risiko bunuh diriKemampuan pasien:
a. Pasien mampu
mengungkapkan ide bunuh dirib. Pasien mampu mengenali cara-cara untuk mencegah
bunuh diric. Pasien mampu mendemonstrasikan cara menyelesaikan masalah yang konstruktif
Kemampuan keluarga:
a.Keluarga
mampu mengenali tanda dan gejala awal
perilaku bunuh dirib.Keluarga mampu
menyediakan lingkungan yang aman untuk mencegah perilaku bunuh diric.Keluarga
mampu membantu pasien dalam menetapkan cara-cara yang positif untuk mengatasi
masalah
3. Evaluasi
terhadap masalah gangguan pola tidurKemampuan pasien
:a. Pasien mampu
mengungkapkan penyebab gangguan tidurb. Pasien mampu menetapkan cara yang tepat
untuk memenuhi kebutuhan tidur Kemampuan keluarga:
a. Keluarga mampu mengidentifikasi
penyebab gangguan tidur yang dialami pasienb. Keluarga mampu menyediakan
lingkungan yang nyaman untuk memfasilitasi
pemenuhan kebutuhan tidur pasienc. Keluarga mampu membantu pasien untuk
memenuhi kebutuhan tidur.
E. Dokumentasi
asuhan keperawatan
Pendokumentasian
atau pencatatan dilakukan pada semua tahap proses keperawatan
.
Berikut adalah
panduan pengkajian pada lansia dengan depresi.
Pengkajian:1.
Keluhan utama
_________________________________________________________
2. Pengalaman masa
lalu yang tidak menyenangkan
__________________________________________________________________________________________________________________________
3. Alam perasaan
( )
Sedih ( ) Ketakutan (
) Putus asa ( ) Gembira berlebihan. Jelaskan :
______________________________________Masalah keperawatan
“___________________________________
4. Interaksi selama
wawancara
( )
Bermusuhan ( ) Tidak kooperatif (
) Mudah tersinggung( ) Kontak
mata kurang ( ) Defensif ( )
Curiga Jelaskan :
______________________________________Masalah keperawatan
“___________________________________
5. Tingkat
konsentrasi dan berhitung
( )
Mudah beralih ( ) Tidak mampu berkonsentrasi ( ) Tidak mampu berhitung sederhana Jelaskan :
______________________________________Masalah keperawatan
“___________________________________
6. Istirahat dan
tidur
( )
Tidur siang lama
:…………..s/d……………..( ) Tidur malam lama:……….......s/d....................... (
) Kegiatan sebelum/sesudah tidur.
Jelaskan : ______________________________________Masalah keperawatan
“___________________________________ Berikut ini adalah contoh pendokumentasian
lengkap asuhan keperawatan lansia dengan depresi di puskesmas.
CATATAN KEPERAWATAN
DI KOMUNITAS (CMHN)
Nama Pasien : Ibu IstiNama Puskesmas : Kuto BaroNo RM : 090876Tanggal : 3 September 2005
DATA :
Pasien jarang
berkomunikasi, sering menangis karena ingat terhadap anak dan cucunya yang
menjadi korban tsunami dan gempa. Klien tampak sedih dan murung, selalu
mengatakan ingin mati saja karena hidupnya tidak berguna setelah ditinggal anak
dan cucunya. Klien tampak sedih, kontak mata kurang dan tidak mampu
berkonsentrasi. Pasien pernah mencoba meminum baygon namun selamat karena dapat
dicegah oleh tetangganya.
DIAGNOSA
KEPERAWATAN
:
Risiko bunuh
diriTINDAKAN KEPERAWATAN
:1. Mendiskusikan tentang pikiran (ide) bunuh
diri2. Mendiskusikan tentang penyebab klien bunuh diri 3.Mendiskusikan cara
penyelesaian masalah yang sehat yang pernah dimiliki pasien
4.Mengajarkan cara
penyelesaian masalah: berdoa pada Allah5.Memberikan pujian pada pasien
EVALUASI :
:Subjektif : Pasien mengatakan:-sering berpikir untuk
mati karena didunia kesepian dan tidak punya siapa-siapa. -Pernah mencoba minum
pembasmi serangga-Dulu jika ada masalah selalu menyibukkan diri dengan ikut
pengajian-Akan mencoba bicara pada adiknya
jika ada masalah atau rindu pada anak dan cucuObjektif : ekspresi sedih, tatap mata kurang,
bicara hanya jika ditanyaAnalisa :
Masalah belum teratasiPerencanaan :
-Mencari sumber dukungan di lingkungan keluarga-Mengajarkan cara pengungkapkan
perasaan pada orang lain-Menemani pasien mengikuti kegiatan pengajian di lorong
tempat pasien tinggal
Tanda Tangan :
Nama Perawat : Nurazima
Online Casino - Kadang Pintar
ReplyDeletePlay online casino games for real money at Kadang Pintar! Take advantage of our great promotions & fast payouts. 온카지노 커뮤니티