Antara Profesi dan Kemuliaan Seorang Perawat

Antara Profesi dan Kemuliaan Seorang Perawat. Kalau bicara soal perawat, Ayo kita ingat lagi masa masa kita atau keluarga kita yang pernah dirawat dirumah sakit. Tentu kita pernah kesal sama perawat bukan ? Ya.. keadaan begitulah yang banyak terdengar dari masyarakat yang pernah dirawat di rumah sakit. Bahkan orang orang tak jarang pindah dari rumah sakit yang satu ke rumah sakit lainnnya dengan alasan pelayanan dari rumah sakit oleh perawat kurang memuaskan, sopan santun dan  keramahan perawat kurang , serta kelalaian dari perawat.

Sehubung dengan perkembangan ilmu pengetahuan  masyarakat tentang ilmu kesehatan dan keperawatan, menjadikan masyarakat mulai menyoroti kerja tenaga tenaga kesehatan dan mengkritis berbagai layanan yang terdapat didalam kesehatan yang tak sesuai dengan yang mereka inginkan. Oleh karena itu, citra seorang perawat menjadi sorotan.
Antara Profesi dan Kemuliaan Seorang Perawat
Nofi Ratnasari
Nah.. Dengan keadaan seperti itu dapat merugikan kita sebagai  seorang perawat dan pihak rumah sakit itu sendiri, banyak orang yang tak puas meminta ganti rugi akibat kekesalan dari perawat.

Oke.. sekarang mari kita bahas tentang perawat sesungguhnya. Perawat adalah suatu profesi yang difokuskan pada perawatan individu, keluarga, dan komunitas dalam mencapai memelihara, dan menyembuhkan kesehatan yang optimal, serta memiliki kode etik yang tingga dan tanggung jawab terhadap pekerjaannya. bukan perawat yang hanya bisa merugikan masyarakat.

Menjadi seorang perawat bukanlah hal yang mudah, apalagi untuk membangun citra perawat ideal di mata masyarakat . Perawat merupakan suatu profesi yang mulia. Sesuai dengan awal perkembangan perawat pada masa purbakala, bahwa naluri seorang perawat diibaratkan seperti seorang ibu yang menyusui anaknya. Sebegitu mulianya seorang perawat sama dengan mulianya seorang ibu. Seorang perawat rela berkorban mengabdikan dirinya untuk menjaga dan merawat pasien tanpa membedakan apapun. Setiap tindakan yang dilakukan oleh seorang perawat  akan sangat berharga bagi nyawa orang lain. Seorang perawat juga mengemban fungsi dan peran yang sangat penting dalam memberikan asuhan keperawatan secara holistik kepada klien.

Begitu banyak pengorbanan dari seorang perawat. Luar biasa. Setiap hari, para perawat mengorbankan waktu, tenaga, pikiran, dan perhatian untuk pasien. Di rumah sakit, di puskesmas, di rumah warga. Semuanya itu ternyata dirasa belum cukup. Merawat orang sakit juga bukan hal yang mudah, apalagi sakit yang sangat parah. Seseorang yang dalam keadaan sakit yang tak bisa apa apa seperti makan, mandi, minum , bahkan buang air juga dibantu oleh seorang perawat. Kadang kadang diwaktu istirahat pun tak dimanfaatkan oleh seorang perawat, mereka lebih mengutamakan untuk merawat pasiennya. Contohnya saja diwaktu malam hari, seorang perawat tidaklah tidur, mereka pasti akan berkeliling untuk melihat keadaan pasien serta memberikan dan melakukan apa yang dibutuhkan oleh pasien.

Tidak bisa dibayangkan kalaw perawat tak ada, Walaupun ada seorang dokter, tapi tanpa perawatpun juga tak bisa. Coba kita ingat lagi diwaktu kita pernah dirawat dirumah sakit. siapa yang sering kita temui ? siapa yang sering memberi kita obat ? siapa yang sering memandikan kita ? siapa yang sering membersihkan tempat tidur kita? tentu jawabannya adalah PERAWAT. Jadi, keberadaan seorang perawat sangat penting. Seperti pentingnya keberadaan seorang ibu oleh anaknya.

Kalau kita renungkan semua itu mungkin kita berpendapat kalau profesi yang paling mulia adalah seorang perawat. Mereka mengabdi di mana-mana. Di kota hingga pelosok desa. Pekerjaannya begitu berat tapi imbalannya sedikit. Namun semua pekerjaan itu dilakukan oleh perawat dengan ikhlas. Klau tak ikhlas mungkin saja tak ada orang didunia ini yang mau jadi perawat. Orang orang akan memilih untuk mencari pekerjaan lain dimana kerja sedikit tapi imbalannya banyak.

Namun di Indonesia keberadaan perawat sangat memperhatikan . RUU yang mengatur tentang keperawatan sampai sekarang belum di sahkan, Selama ini aturan tersebut belum jelas, hal ini membuat gerak langkah perawat menjadi penuh keraguan. Perawat menjadi tak tenang dalam menjalankan layanan keperawatan, mereka dihantui rasa ketidakpastian, ketakutan akan tuntutan hukum.   kenyataannya kebijakan yang mengatur tenaga perawat di Indonesia masih sangat minim, bahkan dapat dikatakan merupakan barang langka, hal inilah yang disinyalir menjadi penyebab perawat Indonesia kalah bersaing dalam memenangkan peluang yang ada dari perawat negara lain. Didalam negeri mereka tak dilindungi dan diluar negeri mereka kalah bersaing.

Tenaga Perawat Indonesia cukup banyak yang bekerja di luar negeri, akan tetapi mereka tak menjadi perawat profesional dengan gaji yang tinggi, karena mereka tak mendapatkan pengakuan kesetaraan dari negara lain.

Kita berdoa dan berharap semoga pihak yang berwajib segera memproses keberlakuan RUU ini secepatnya ,sehingga mendapatkan pengakuan dan kewenangan di seluruh negara, mengingat tugas seorang perawat yang begitu mulia dan bermanfaat bagi masyarakat.

Comments

Popular posts from this blog

Asuhan Keperawatan Pasien Lansia dengan Depresi

askep fraktur femur

ASKEP ABORTUS